Si Sodom dan Si Fanatis Ayat

Apa sama kaum Sodom dengan hooligan agama? Keduanya gemar gumul serupa. Yang awal senggama raga, yang kemudian senggama ayat. Tapi saya lebih musykil terima si fanatis ayat. Mereka eksklusif, tak terima orang macam saya yang ditafsir kafir. Keistimewaan yang mereka buat-buat sepenak birahi itu lantas buat si pemakzul Tuhan merasa superior, anggap punya hak untuk zalim pada yang bukan. Sudah sombong, tamak pula. Barulah setelahnya … Continue reading Si Sodom dan Si Fanatis Ayat

Amal

Keduanya pangku peran serupa. Keduanya abdi dari satu Raja yang sama. Walau juga kacung, keduanya suka lagak kuasa seakan mereka penguasa dunia. Keduanya zalim terhadap amanah dan khianat kepada anak buah. Yang saya tahu, yang satu gemar mengancam dan memaki begundal-begundal kontrak pengikutnya. Katanya penuh jemawa, siapa berani mengeluh kerja maka dipastikan hancur karirnya kelak. Bukan hancur karena apa, tapi dihancurkan oleh kenalannya yang sesama … Continue reading Amal

Coro

Berkumpul pelbagai anasir dari penjuru Republik, mengatasnama kemampuan dan ilmu-ilmu baru yang sepertinya wara-wiri di otak mereka sendiri. Bak tidak lagi ada yang paham citra cita yang bersliweran itu diantara jutaan makhluk hidup lain di negara ini. “Mamuju harus ini! Watampone harus itu! Bumi Arung Palakka harus ini!”, lantang suara genus pongo meyakinkan ragam genus lain didepannya yang hadir di palka senada. Bukan, bukan orang … Continue reading Coro

Fatamorgana

March News diawali dari ide yang sangat sederhana: Mau ngangkat berita yang kontroversial dan keren biar bisa dinikmatin sama kita dan temen-temen kita. Kemudian diputuskan bahwa topik dan pengemasan yang serius akan menjadi produk yang coba kami jual. Idealisme kami berkata bahwa kami ngga ingin mengikuti jejak media lain di Indonesia yang tiap harinya memberikan konten perihal lima alasan kenapa pembaca harus menonton drama Goblin. Bukan karena media seperti itu ngga keren, hanya … Continue reading Fatamorgana

Character Development (Part I)

Kemarin IDS memberikan pekerjaan rumah tentang character development dalam membuat film. I think I’m going to answer the quiz here. 1. What does she think of his father? What does he hate and like about them? What influence did his father have on him? For Akasha, father figure is both important and irrelevant. She has a father, but he is just not there. She grew up with his father always besides her, … Continue reading Character Development (Part I)

Putus

Hari ini saya kehilangan seseorang. Bukan, seseorang yang saya maksud tidak meninggal dunia – trust me, this person is god damn *healthy*. Bukan jarak geografis dan long distance relationship yang menjadi faktor pemisah kami, bukan pula alasan klise seperti “it’s not you, it’s me” yang membuat hubungan ini tak lagi satu. Bukan, saya bukan sedang membicarakan hubungan saya dengan Dara Ninggarwati Gumawang, sahabat perempuan saya selama tiga tahun terakhir. … Continue reading Putus

Hey Ma

Secara historis, hubungan saya dengan Ibu saya sangat konfliktual. Ada yang bilang, dua individu dengan tanggal lahir yang sama memang sulit akur. Mendiang nenek saya bilang bahwa perseteruan itu sering terjadi mungkin karena Ibu saya melahirkan saya di usianya yang masih relatif muda, yakni 24 tahun. Kenyataan bahwa Ibu saya harus meninggalkan berbagai ambisi individualnya saat memutuskan untuk menikah dan memiliki seorang anak menyimpan begitu … Continue reading Hey Ma

Relung Maaf

Hi, March. Pagi buta begini mungkin sebagian dari kalian sudah memasuki lapangan mimpi yang tidak lagi kalian kuasai. Atau mungkin ada sebagian yang masih terbangun, melakukan sesuatu yang tidak seharusnya seseorang lakukan di jam 2 dini hari (yes, I’m talking to you Afifa, Ilham, and probably Yusnia). Saya tidak akan berpanjang lebar. Saya hanya ingin bilang bahwa saya lelah selelah-lelahnya manusia, namun pada saat yang bersamaan … Continue reading Relung Maaf

Rabu

Tulisan ini merupakan respon bagi hari Senin dan Selasa; dua hari yang saling terkait antar satu dengan yang lain terlepas dari perbedaan mereka yang sangat fundamental. Dua hari yang digambarkan secara sederhana oleh kedua orang teman saya, Widya Arifianti dan Ilham Dony, namun memiliki makna yang lebih dalam dari hanya sekedar agregat jam yang anda dan saya lalui tanpa dihiraukan. Tulisan ini adalah soal Rabu. Izinkan … Continue reading Rabu