Bhagavan

Hari ini, tujuh tahun yang lalu, saya menjadi satu dari tiga puluh lima bagian yang membentuk suatu organisasi bernama OSIS Acalambhanamca Sradavantu Bhagavan. Bagi anda yang saat ini sedang kebingungan melafalkan nama tersebut, atau sedang tertawa karena SMAN 61 Jakarta memberikan nama yang ‘aneh’ bagi OSIS-nya, tidak apa. It’s completely fine. Hal tersebut adalah hal yang wajar. Hampir semua orang yang tidak memiliki afiliasi dengan sekolah ini memberikan respon serupa dengan anda.

Namun tidak bagi kami; atau setidaknya bagi saya secara pribadi. Nama tersebut – yang kemudian kami singkat menjadi ‘OSB’ demi memudahkan proses komunikasi kami sehari-hari – memiliki makna yang sangat mendalam bagi kami. Setiap angkatan OSIS di SMAN 61 Jakarta memiliki nama yang berasal dari bahasa Sansakerta. Acalambhanamca Sradavantu Bhagavan sendiri memiliki arti ‘Jati diri yang teguh, sebagai insan yang mulia’, dan pada hari ini, tujuh tahun yang lalu, nama ini lah yang mewarnai kehidupan setiap dari kami selama setidaknya satu tahun masa pengabdian. Nama ini bahkan mewarnai setiap inci kehidupan kami, berkembang tak terbendung melebihi periode jabatan, dan menjadi bagian dari identitas yang membentuk jati diri kami; jati diri yang teguh, dan berharap menjadi insan nan mulia.

Saya tidak ingin menuliskan secara kronologis babak per babak yang pernah kami lalui sebagai suatu kesatuan. Hal tersebut sudah pernah saya lakukan beberapa tahun silam. Pada kesempatan ini, saya hanya ingin berefleksi, berterima kasih kepada tiga puluh empat individu lain yang – secara tidak langsung – telah menguatkan saya untuk berdiri tegap hingga hari ini.

You see, my dear OSB, we fought too many battles at such a young age. We fought, we fell, we prevailed, and we stay. That’s how much ‘us’ means to me.

Kita menyisihkan masa muda kita, masa yang diklaim oleh sebagian besar opini sebagai ‘The best years of your life!’ Kita rela untuk menyingkirkan angan tersebut, harapan bahwa SMA akan menjadi tahun terbaik bagi setiap dari kita; tahun dimana masing-masing dari kita dapat memilih jalur yang berbeda dan mengejar kebahagiaan yang lebih spesifik serta personal, tahun dimana seharusnya masing-masing dari kita dapat bersenang-senang tanpa memikirkan apapun. Tapi apa yang terjadi? Kita memutuskan untuk mengisi selembar kertas, menuliskannya dengan harapan dan ekspektasi akan OSIS yang ideal, berjuang secara fisik maupun mental untuk menjadi pengurus, dicaci, dimaki, dibenci, dan menang.

Kita memilih secara sadar jalan yang suatu waktu dapat mematahkan diri kita – diri kita, bukan sekedar semangat, namun diri kita secara keseluruhan kita pertaruhkan hanya untuk sebuah rompi berwarna abu-abu. At such a young age, we gave ourselves in for something that could bend us. For something that could easily broke us. And yet, we prevail.

Kalian adalah sumber rasa malu bagi saya dikala saya ingin menyerah pada suatu rintangan. Kalian, tiga puluh lima orang tanpa terkecuali, adalah benih kepercayaan saya ketika cacian, makian, dan kritik mulai menghujam tak terkendali. Kalian, OSIS Acalambhanamca Sradavantu Bhagavan, adalah orientasi bagi saya akan makna ‘kesempurnaan’. Ketika orang lain mengasosiasikan masa SMA yang indah dengan pengalaman liburan mereka ke Bali, cerita mereka saat cabut dari sebuah mata pelajaran dan memilih untuk menghabiskan waktu bersenda gurau di kantin, atau momen dimana mereka berhasil menjadi juara kompetisi futsal di tingkat daerah, maka sumber keindahan saya adalah kamu. Sumber keindahan saya berasal dari ‘olahraga’ rutin yang kita lakukan sebelum dan sepulang sekolah, proses mencari dana untuk membiayai suatu program kerja, peraduan argumentasi antara saya dengan masing-masing dari kalian, tangisan dan air mata kalian ketika kalian merasa lelah dan kehilangan semangat untuk mengabdi, kritik dari orang lain – yang tidak sedikit pula datang dari rekan-rekan kita sendiri – yang melabeli OSIS ini dengan istilah yang tidak sedap didengar, dan setiap kesempatan lainnya yang saya habiskan memikirkan kalian. Dan tidak hentinya saya berterima kasih untuk itu.

Selamat tujuh tahun, OSB. Let’s stand strong for a lifetime.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s